Seemore of Khutbah Jum'at Singkat on Facebook. Log In. or
Buletin Islam Seperti yang telah kita ketahui bahwa negara palestina hingga saat ini masih saja ada yang menganggap bahwa ia termasuk dari negara yang masih belum merdeka, ia masih terjajah. Dan disayangkannya lagi, ada banyak dari mereka yang malah selain menganggap bahwa negara palestina masih terjajah, mereka juga malah tidak memberikal bantuan baik dari segi materil ataupun dai itulah maka kami merasa perlu untuk menuliskan sebuah khutbha jumat yang kiranya kami berharap dapat disebar luaskan melalui mimbar-mimbar adalah Khutbah Jumat yang Bertema Alasan mengapa Kita Harus Turut mencintai Negara PalestinaKhutbah Pertamaالحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا الأحزاب ٢٣Ma’asyiral Muslimin rahimakumullahMengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam alaihis salam hingga Nabi Isa Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat di sanalah Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi Isa alaihis di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat dikumpulkannya seluruh manusia menjelang hari kiamat yang masih hidup kala Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk banyak sekali para sahabat yang pernah berdakwah, menyebarkan dan mengajarkan Islam di sana. Di antara mereka adalah Ubadah bin ash Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al Asqa’, Dihyah al Kalbiy, Aus bin ash Shamit, Mas’ud bin Aus dan masih banyak lagi yang Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam doanya yang artinya “Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.”Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang Muslimin rahimakumullah, Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah.”Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan “Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Muslimin rahimakumullah, Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ menurut beliau, dengan adanya pemersatuan aqidah maka bersatu pula-lah hati mereka. Dan dengan bersatunya hati mereka inilah maka akan kuat-lah agama yang hendak ia bebaskan tersebut, yakni agama khutbah jumat yang bertema-kan 9 alasan mengapa kita harus mencintai palestina. Semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat. قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيمُKhutbah Kedua اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًااللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًاDemikianlah Khutbah Jumat yang Bertema Alasan mengapa Kita Harus Turut mencintai Negara Palestina yang dapat kami sampaikan. Semoga apa yang kami sampaikan da[at bermanfaat dan semoga saudara-saudara kita yang ada disana diberi ketabahan. Amiin.
BacaanRasulullah Sebelum Khutbah - Muhammad bin Salamah Al Muradi telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Yunus bahwa dia bertanya kepada Ibnu Syihab tentang tasyahhudnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada khutbah Jum'at, maka dia menyebutkan seperti diatas dengan tambahan; "WAMAN YA'SHIHIMA FAQAD GHAWA
Oleh. Dr. Mulyanto Abdullah Khoir Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ الله تَعَالَى يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Marilah kita bersyukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kita mampu menunaikan kewajiban kita shalat Jum’at berjama’ah. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang teguh dan istiqomah di jalannya. Di antara tabi’at Yahudi adalah suka berkhianat dan mengingkari janji. Maka jangan terkejut, jika dalam beberapa jam setelah gencatan dengan bangsa Palestina, tiba-tiba Zionis Israel kembali menyerang kaum muslimin. Itulah tabi’at dasar mereka yang telah Allah sebutkan dalam Al Qur’an. Allah SWT berfirman وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُوْنَ دِمَاۤءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْۖ ثُمَّ اَقْرَرْتُمْ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ Dan ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari kamu yaitu Kamu tidak akan menumpahkan darahmu membunuh orang, dan kamu tidak akan mengusir dirimu saudaramu sebangsa dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar akan memenuhi sedang kamu mempersaksikannya. QS. Al Baqarah [2] 84. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Banyak ungkapan-ungkapan miring ketika membela saudara kita di Palestina. Ada yang bertanya, bukankah negara kita masih banyak masalah, banyak orang miskin, banyak pengangguran, banyak yang perlu diberi bantuan, mengapa kita harus membela Palestina? Bukankan masih banyak yang lebih dekat dengan kita dan perlu bantuan? Bukankah Palestina urusan bangsa Palestina sendiri dengan Israel? Bukan urusan kita!. Begitulah kalimat-kalimat yang hari ini sering kita dengar, sekilas nampak logis dan benar, tetapi jika dicerna secara mendalam akan mengendorkan semangat untuk membela saudara kita di Palestina. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Berikut 6 alasan mengapa kita harus membela saudara kita di Palestina Pertama Di Palestina ada Masjidil Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam Sebelum menghadap ke Masjidil Haram di Makkah, kiblat pertama kaum muslimin adalah ke Masjidil Aqsha yang ada di Palestina. Kaum Muslimin shalat menghadap ke Masjid Al-Aqsha sejak diwajibkannya shalat pada malam Isra’ dan Mi’raj pada tahun kesepuluh kenabian, tepatnya tiga tahun sebelum hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Menghadap Masjidil Haram baru dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabat setelah turun firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 150. وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَ Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya. Al-Baqarah [2] 150. Kedua Tanah yang diberkati serta tempat Mi’raj Rasulullah SAW Palestina adalah bumi yang diberkati Allah SWT. Didalamnya terdapat Masjdil Aqsha. Juga sebagai tempat Mi’raj, dimana Rasulullah dinaikkan ke langit ketujuh Sidratul Muntaha. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT. سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. QS. Al-Isra’[17] 1. Berkenaan dengan bumi yang diberkati ini, Allah juga berkisah tentang penyelamatan Nabi Ibrahim alaihi salam dalam firman-Nya وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى اْلأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. QS. Al-Anbiya’ [21] 71. Juga kisah Nabi Musa Ketika menyeberangi Laut Merah menghindari kejaran Fir’aun وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ اْلأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri keberkahan padanya. QS. Al-A’raf [7] 137. Ketiga Terdapat Masjidil Aqsha, masjid utama setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kota pertama yang dimuliakan dalam Islam adalah kota Mekah disana ada Masjidil Haram, kemudian kota Madinah ada Masjid Nabawi, dan kota Al-Quds karena ada Masjid Al-Aqsha. Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram, juga merupakan masjid suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang diperintahkan untuk dikunjungi. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW. لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى Tidak boleh bersusah-payah bepergian kecuali ke tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. HR. Bukhari dan Muslim. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Keempat Ikatan iman, sesama muslim adalah saudara اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. HR. Bukhari. Rasulullah juga bersabda مَنْ لَمْ يَهْتَمْ بِأمْرِ الْمُسْلِمْينَ وَلَيْسَ مِنْهُمْ Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka bukan dari golongan mereka. HR. Tabrani Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Kelima Hutang bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina Indonesia memiliki hutang besar terhadap rakyat Palestina. Mengingat sejarah dukungan rakyat Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia. Adalah Mufti Besar Palestina Muhammad Amin Al-Husaini yang mengakui pertama kali atas kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Beliau juga yang mengajak negara-negara Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Selain itu, ada pula seorang saudagar Palestina yang berjuang dengan hartanya untuk mengabarkan kemerdekaan bangsa Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Dialah Muhammad Ali Taher yang mengungkapkan “Terimalah kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia,” . Karena besar jasa Palestina inilah, Ketika Zionis Israel menjajah bumi Palestina, Pendiri NU, Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengeluarkan seruan Hari Palestina setiap tanggal 27 Rajab. Hal ini tertuang dalam buku yang berjudul “Palestina dari Zaman ke Zaman” yang disusun oleh Saifoeddin Zoehri dan diterbitkan oleh PB Nahdlatoel Oelama pada bulan Desember 1947. Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengintruksikan kepada seluruh jama’ah Nahdhatul Ulama’ untuk mengumpulkan harta dan kekayaannya agar di sumbangkan kepada rakyat Palestina. Setelah terkumpul, semuanya disumbangkan kepada Rakyat Palestina yang sedang di jajah Zionis Israel. Keenam Konstitusi kita menentang segala bentuk penjajahan Alasan keenam adalah alas an konstitusi kita yang menentang segala bentuk penjajahan. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan “ Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Bangsa Indonesia tidak mentolerir segala bentuk penjajahan di muka bumi. Semejak Zionis Israel menjajah bangsa Palestina, sikap Indonesia tegas menentang penjajah dan mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Hal ini sebagaimana pidato pak Karno pad a tahun 1962 tentang Palestina dengan mengungkapkan “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,”. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليَقِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِنَ، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ. Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah Karena itulah kalau ada orang berkata miring tentang dukungan kaum muslimin terhadap kemerdekaan Palestina maka sampaikan kepada mereka selama Masjidil Aqsha belum lepas dari gengaman Zionis Israel dan Palestina belum merdeka, maka selama itu pula kaum muslimin tegak berjuang membebaskan Palestina dari Zionis Israel dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Semoga Allah memenangkan kaum muslimin atas musuh-musuh-Nya. Membebaskan Masjidil Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel dan membebaskan bumi Palestina dari berbagai bentuk penjajahan. Kita akhiri dengan berdoa kepada Allah SWT. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى. اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُة.
\n \n \nkhutbah jumat tentang palestina
MateriKhutbah Jumat Terbaru Jumat 23 Oktober 2020, Tema Kebaikan. Jumat, 29 Juli 2022; Burung Ababil yang Disebut di Al-Quran pada Surat Al-Fil Ditemukan di Palestina, Cek Fakta 9 Juli 2022, 21:53 WIB. Tentang Kami. Redaksi. Pedoman Pemberitaan. Info Iklan. Kontak.
Keutamaan Baitul MaqdisPertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi Oleh Abdul Halim Tri Hantoro, * Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلاَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَإنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Segala puji hanya milik Allah Ta’ala semata. Dialah yang telah memperjalankan hamba-Nya yang mulia, yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra Mi’raj dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang diberkahi sekelilingnya, agar Allah perlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, dan bahwasanya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Shalawat dan salam semoga tercurah untuk baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam imam para Nabi dan Rasul pada peristiwa Isra’ sebelum mi’rajnya. Semoga keselamatan juga Allah curahkan untuk keluarga, sahabat dan umatnya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya. Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar ketakwaan, dalam arti selalu tunduk dan patuh terhadap segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Allah azza wajalla berfirman, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” QS. Ali Imran 102 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa bersejarah yang sangat menakjubkan. Pada peristiwa tersebut, dengan segala kuasa-Nya, Allah subhanahu wata’ala memperjalankan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari masjidil Haram menuju masjidil Aqsha. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Jarak antara Mekkah tempat masjidil Haram berada dengan Yerussalem tempat masjidil Aqsha berada jauhnya sekitar kilo meter. Ditambah lagi jarak antara masjidil Aqsha dengan Sidratul Muntaha kita tidak ketahui seberapa jaraknya. Jarak yang sedemikian jauh tersebut hanya ditempuh dalam 1 malam saja. Artikel Tsaqafah Masjidil Aqsha, Inikah Keutamaanmu yang Sangat Luar Biasa Itu? Oleh karena itulah, masjidil Haram yang berada di Mekkah dan masjidil Aqsha yang berada dalam satu kompleks Baitul Maqdis tersebut Allah subhanahu wata’ala takdirkan sebagai tempat yang sangat mulia. Allah berfirman, سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya Muhammad pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” QS. Al-Isra’ 1 Allah berfirman, وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ “Dan Kami selamatkan dia Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.” QS. Al-Anbiya’ 71 Inilah hikayat Nabi Ibrahim alaihissalam dalam perjalanannya melakukan hijrah pertama kali menuju Baitul Maqdis dan negeri Syam. Allah berfirman, وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ … “Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi…” QS. Al-A’raf 137 Di dalam kisah Nabi Sulaiman alaihissalam, Allah berfirman, وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ “Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al-Anbiya’ 81 Ketika al-Quran membicarakan tentang kenyamanan hidup para penduduk negeri Saba’ di Yaman, maka kemudian Allah berfirman, وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَّقَدَّرْنَا فِيْهَا السَّيْرَۗ سِيْرُوْا فِيْهَا لَيَالِيَ وَاَيَّامًا اٰمِنِيْنَ “Dan Kami jadikan antara mereka penduduk Saba’ dan negeri-negeri yang Kami berkahi Syam, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.” QS. Saba’ 18 Negeri yang diberkahi dalam ayat di atas, yang tidak kalah nyamannya dengan negeri kaum Saba’ sebagaimana di jelaskan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma adalah negeri Baitul Maqdis. Materi Khutbah Jumat Waspadalah Terhadap Kaum Perusak Agama Islam! Al-Quran juga menyifati tanah Baitul Maqdis adalah tanah yang subur bagi tumbuhnya berbagai macam tanaman. Airnya juga mengalir dari mata air-mata air yang deras. Allah berfirman, وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗٓ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَآ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّمَعِيْنٍ “Dan telah Kami jadikan Isa putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi kebesaran Kami, dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan dengan mata air yang mengalir.” QS. Al-Mu’minun 50 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Keutamaan Baitul Maqdis Negeri Palestina memiliki keutamaan tersendiri di lubuk hati pribadi kaum muslimin yang lurus dan benar keimanannya. Di dalamnya ada masjid yang sangat dimuliakan Allah sehingga orang beriman didorong untuk mendatangi dan memuliakannya. Di antara keutamaannya adalah sebagaimana yang diterangkan dalam berbagai riwayat yang shahih berikut Pertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjidil Aqsha yang ada di dalam kompleks Baitul Maqdis adalah Masjid Kedua yang ada di bumi setelah Masjidil Haram. Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu beliau berkata, قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ “Aku bertanya, Wahai, Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun?’ Beliau menjawab, Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi, Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, Kemudian Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi, Berapa jarak antara keduanya?’ Beliau menjawab, Empat puluh tahun. Kemudian di mana pun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah di sana, karena keutamaan ada padanya’. Dan dalam riwayat lainnya, Di mana pun waktu shalat mendatangimu, maka shalatlah di sana, karena ia adalah masjid.’ HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar Kedua Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Dajjal. Sebagaimana diriwayatkan oleh Junadah bin Abi Umayyah, dia berkata Kami mendatangi seorang Anshar sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kami menemuinya dan bertanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” Kemudian dia menyebutkan hadits tersebut. Di dalamnya ada kalimat, ‌عَلَامَتُهُ ‌يَمْكُثُ ‌فِي ‌الْأَرْضِ ‌أَرْبَعِينَ ‌صَبَاحًا، يَبْلُغُ سُلْطَانُهُ كُلَّ مَنْهَلٍ، لَا يَأْتِي أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ، وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ، وَالْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَالطُّورَ “Tandanya dia akan tinggal di bumi selama 40 hari. Ia akan menguasai segala penjuru namun ia tidak akan mampu mendatangi empat masjid, Ka’bah, Masjid Nabi, Masjidil Aqsha dan at-Thur.” HR. Ahmad dan para perawinya Tsiqah Ketiga Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat. Sebagaimana diterangkan oleh sahabat Abdullah bin Amru, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌لَمَّا ‌فَرَغَ ‌سُلَيْمَانُ ‌بْنُ ‌دَاوُدَ ‌مِنْ ‌بِنَاءِ ‌بَيْتِ ‌الْمَقْدِسِ، ‌سَأَلَ ‌اللَّهَ ‌ثَلَاثًا حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ، وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لَأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ، وَأَلَّا يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ، إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ” فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا، وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ “Tatkala Sulaiman bin Dawud alaihissallam selesai membangun Baitul Maqdis, dia meminta kepada Allah azza wajalla tiga hal. Hukum yang sesuai dengan hukum Allah azza wajalla, kerajaan yang tidak pernah diberikan seorangpun setelahnya dan agar seseorang yang mendatangi masjid ini untuk mengerjakan shalat di dalamnya, dosa-dosanya keluar sebagaimana dia keluar dari rahim ibunya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda adapun yang kedua aku telah diberi dan aku berharap akan diberi yang ke tiga.” HR. Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah Keempat Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Maqdis. Dari hadits Auf bin Malik, bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌اعْدُدْ ‌سِتًّا ‌بَيْنَ ‌يَدَيِ ‌السَّاعَةِ ‌مَوْتِي، ‌ثُمَّ ‌فَتْحُ ‌بَيْتِ ‌المَقْدِسِ “Hitunglah enam hal sebagai tanda kiamat; yaitu di antaranya kematianku dan kemenangan Baitul Maqdis.” HR. Al-Bukhari Urusan Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Sejak akhir Ramadhan lalu hingga detik ini, hati umat Islam sedunia tersayat-sayat melihat peristiwa yang menimpa kaum muslimin di sekeliling Baitul Maqdis. Bagaimana hati umat Islam tidak tersayat-sayat, saudara sesama muslim yang sedang khusyuk shalat Isya dan shalat Tarawih di Baitul Maqdis tiba-tiba saja diserang oleh tentara Yahudi. Sesungguhnya masalah al-Quds menjadi amanah semua kaum muslimin yang memiliki hak terhadap bumi berkah tersebut. Mereka wajib menolong secara langsung atau tidak langsung dengan berbagai macam bentuk pertolongan. Karena hal itu merupakan perintah nash kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kita bisa bayangkan sendiri, bagaimana ketika kita sedang melaksanakan shalat Isya dan shalat Tarawih berjamaah di masjid dengan khidmat, lalu tiba-tiba dari arah belakang sepasukan tentara menembaki kita. Tentu situasi seperti itu sangat mencekam dan menakutkan. Bahkan mungkin kita aka sesgera membatalkan shalat dan langsung lari mencari perlindungan. Artikel Sejarah Maryam, Perempuan Suci Penjaga Baitul Maqdis Itulah yang sedang dirasakan saudara-saudara muslim kita di baitul Maqdis akhir Ramadhan lalu. Apakah aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Yahudi itu sudah berakhir? Belum. Aksi kekerasan dan perampasan hak di sana masih berlangsung hingga detik ini. Pasukan Yahudi yang suka menentang perintah Allah subhanahu wata’ala tersebut bahkan saat ini lebih sadis lagi. Mereka juga melakukan pengeboman dengan pesawat tempur. Kantor berita mereka hancurkan. Bangunan-bangunan pemukiman warga mereka runtuhkan. Ratusan saudara kita meninggal akibat serangan brutal tak berperikemanusiaan ini. Di antara mereka, ada anak-anak yang masih balita dan masih bayi juga turut menjadi korban. Dan saudara-saudara kita di sana hanya mampu membalasnya dengan lemparan batu, sambil menangis mereka berteriak, apa salah kami.. apakah karena kami muslim?! Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Apakah penderitaan saudara-saudara kita di Baitul Maqdis ini adalah pertama kali terjadi? Tidak. Ini adalah aksi kekerasan yang terjadi sekian kalinya sejak bangsa Yahudi pendatang dari Jerman setelah diusir Hitler ini mulai banyak merampas tanah Palestina. Hampir setiap tahun bangsa yang telah Allah laknat ini melakukan kekerasan terhadap saudara muslim Palestina. Banyak informasi palsu yang beredar, seperti warga muslim Palestina ingin merebut tanah milik Yahudi, warga muslim Palestina lah yang memulai penyerangan, ada teroris yang bersembunyi di dalam pemukiman warga Palestina, dan lain sebagainya. Ada pula yang menyebar opini bahwa peristiwa yang dialami oleh warga muslim Palestina saat ini adalah urusan mereka sendiri, kita yang di luar Palestina tak perlu ikut campur, tak perlu repot-repot kirim bantuan, bantuannya diberikan ke warga sekitar saja, dan lain sebagainya. Saudaraku, ketahuilah, bahwa itu semua adalah tipu daya yang dibuat oleh bangsa Yahudi yang telah nyata dilaknat oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Itu semua adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang mendukung penjajahan Yahudi di tanah Baitul Maqdis berada. Melalui media massa offline dan online, masyarakat dunia sedang dikelabui oleh zionis Yahudi yang ingin merampas hak dan wilayah milik warga muslim Palestina. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kaum muslimin adalah satu tubuh. Ini adalah prinsip persaudaraan dalam Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” HR. Al-Bukhari No. 2446 Orang-orang yang tidak suka dengan kejayaan Islam ingin melenyapkan prinsip persaudaraan dalam Islam yang sangat fundamental ini. Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim menyadari akan hal ini. Hendaknya setiap muslim memberitahukan kepada saudara muslim lainnya akan rencana jahat pihak-pihak yang memusuhi Islam ini. Maka, mari kita bangun rasa empati, rasa peduli, dan rasa persaudaraan dalam ikatan iman ini. Muslim Palestina adalah saudara kita. Ibarat kita adalah organ tangan bagian kanan, maka mereka adalah organ tangan bagian kiri. Jika mereka merasakan sakit, maka kita juga ikut sakit. Jika mereka bahagia, maka kita juga bahagia. Jika mereka menderita, maka kita juga akan merasakan penderitaan mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas turut merasakan sakitnya.” HR. Al-Bukhari No. 6011; HR. Muslim No. 2586 Mari bantu saudara kita di Palestina dengan bantuan yang dapat kita lakukan. Jika tak mampu membantu dengan fisik, kita bantu dengan harta. Sisihkan harta kita untuk membantu meringankan mereka. Alhamdulillah, Allah subhanahu wata’ala memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada saudara-saudara kita di Palestina. Artikel Fikih Doa Mustajab, Apa dan Bagaimana? Pilihlah lembaga kemanusiaan yang kita yakini amanah dalam menyalurkan bantuan, lalu donasikan harta ke lembaga tersebut. Jika kita tidak mampu membantu dengan harta, maka panjatkan doa untuk keselamatan, kesabaran, dan kemenangan bagi mereka. Dan inilah bentuk solidaritas kita yang paling lemah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ “Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” HR. Muslim No. 2732 Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membantu mengobati luka mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mengobati tangis mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung mereka menuju kemerdekaan dari penjajahan Yahudi? Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan kesabaran dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang dizalimi dan dirampas haknya oleh kaum Yahudi di bumi Baitul Maqdis. Semoga Allah subhanahu wata’ala segera memberikan kemenangan kepada kaum muslimin, dan melenyapkan kezaliman kaum Yahudi. Semoga Allah subhanahu wata’ala beri kita kemampuan untuk membantu saudara kita muslim Palestina, hingga mereka menemukan kebahagiaan dan kemerdekaan yang selama ini mereka impikan. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ فلسطين، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ وَفِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Download PDF Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!
UEPeringatkan Kemungkinan Pengusiran Warga Palestina Terburuk. Khutbah Jumat Singkat Tentang Keutamaan Bulan Dzulqaidah Khutbah Pertama dan Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk bersolidaritas atas penderitaan rakyat Palestina yang kini mengalami penjajahan. Selain alasan kemanusiaan, dalam Islam Palestina memang memiliki keistimewaan tersendiri, terutama bila ditilik dari sisi sejarah. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat 9 Alasan Kenapa Kita Mencintai dan Membela Palestina". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا الأحزاب ٢٣ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan. Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Palestina. Pertama, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram. Kedua, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah. Ketiga, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam alaihis salam hingga Nabi Isa alaihissalam. Keempat, Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak. Kelima, di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat dikumpulkannya seluruh manusia menjelang hari kiamat yang masih hidup kala itu. Keenam, di sanalah Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi Isa alaihis salam. Ketujuh, Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam doanya اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا “Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.” Kedelapan, banyak sekali para sahabat yang pernah berdakwah, menyebarkan dan mengajarkan Islam di sana. Di antara mereka adalah Ubadah bin ash Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al Asqa’, Dihyah al Kalbiy, Aus bin ash Shamit, Mas’ud bin Aus dan masih banyak lagi yang lain. Kesembilan, Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang lain. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah.” Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan “Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Palestina. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurut beliau, kesatuan aqidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap juru adzan di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy’ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh. Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi adalah penganut mazhab Syafi’i dalam fiqih dan pengikut mazhab Asy’ari dalam aqidah. Sang sultan memiliki perhatian yang sangat besar dalam penyebaran aqidah Asy’ariyyah. Beliau adalah seorang sultan yang hafal Al-Qur’an, hafal kitab at-Tanbih, sebuah kitab yang menjelaskan tentang fiqih mazhab Syafi’i, dan hafal kitab al-Hamasah, sebuah kitab himpunan bait-bait syair. Sultan Shalahuddin, sebagaimana dijelaskan Imam as-Suyuthi dalam al-Wasa’il fi Musamarah al-Awa’il adalah seorang yang memegang teguh ajaran agama, wara’, pejuang, mujahid dan seorang yang bertakwa. Melihat perhatian khusus Sultan Shalahuddin terhadap penyebaran aqidah Asy’ariyyah, Syekh Muhammad bin Hibatillah al-Barmaki lalu menyusun kitab yang berisi bait-bait nazham dalam ilmu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang ia beri judul Hada’iq al-Fushul wa Jawahir al-Ushul. Kitab itu lalu dihadiahkan oleh pengarangnya kepada Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Shalahuddin lantas memerintahkan kepada semua madrasah untuk mengajarkan kitab tersebut. Sebab itu, kitab itu kemudian terkenal dengan sebutan al-Aqidah ash-Shalahiyyah. Di antara yang tertulis dalam kitab tersebut adalah beberapa bait berikut ini وصانعُ العــالمِ لا يحويهِ قطرٌ تعالى اللهُ عـن تشبيهِ قد كانَ موجودًا ولا مكانَا وحكمهُ الآن على ماكـانَ سُبحانهُ جلّ عن المكـانِ وعـزّ عن تغيُرِ الزمانِ فقد غَـلا وزادَ في الغُـلوِ مــن خصهُ بجهةِ العـلو Sang Pencipta Alam tidak diliputi tempat, Allah Mahasuci dari penyerupaan terhadap makhluk Allah ada sebelum adanya tempat, dan Dia sekarang tetap seperti sedia kala, ada tanpa tempat Mahasuci Allah dari tempat, dan Dia Mahasuci dari peredaran masa Sungguh telah melampaui batas, orang yang mengkhususkan-Nya di arah atas Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Berjihad membantu mereka secara fisik melawan para penjajah, jelas kita tidak mampu. Yang dapat kita lakukan adalah mengulurkan bantuan dana untuk meringankan penderitaan mereka. Minimal, kita bantu mereka dengan doa. Karena doa adalah senjata seorang Mukmin. Hadirin yang dirahmati Allah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Ustadz Nur Rohmad, Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Bidang Peribadatan & Hukum, Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kab. Mojokerto Baca naskah khutbah lainnya Khutbah Jumat Adab dan Keutamaan Dzikir Khutbah Jumat Hindarkan Diri dari Menggunjing di Medsos! Khutbah Jumat Rezeki, antara Kualitas dan Kuantitas

MateriKhutbah Jumat ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa mempertahankan dan meningkatkan semangat ibadah kita pasca-Ramadhan. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan tiga hal yakni muhasabah (evaluasi diri), mujahadah (bersungguh-sungguh), dan muraqabah (mendekatkan diri kepada Allah).Dengan tiga ikhtiar ini diharapkan

Oleh Ust Ali Farkhan Tsani, Da’i Ponpes Al-Fatah, Bogor, Duta Al-Quds Internasional ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻟﺮﺤﻴﻢ Khutbah ke-1 الْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِهِ الْـمُصْطَفَى، وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ حَفِظَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ . اَمَابَعْدُ. Jamaah Jumu’ah yang Dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah, segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak nikmat yang telah diberikan Allah, di antaranya nikmat iman, Islam, sehat dan nikmat waktu luang, sehingga pada siang ini kita bisa melangkahkan kedua kaki ke rumah Allah, masjid tercinta ini. Semoga ibadah Jumat yang kita laksanakan ini, diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai amal shaleh yang menjadi sebab kita mendapatkan rahmat-Nya, diselamatkan dari siksa api neraka. Melalui mimbar khutbah ini, khatib mengingatkan kepada diri sendiri, keluarga dan para jamaah Jumuah semuanya, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar taqwa, yakni senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya. Tentang wasiat taqwa dengan sebanar-benar taqwa ini, disebutkan oleh Ibnu Mardawaih yang meriwayatkan hadits dari jalur Abdullah bin Mas’ud menyebutkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca firman Allah, surah Ali Imran 102, beliau bersabda أنْ يُطاعَ فَلا يُعْصى، ويُذْكَرَ فَلا يُنْسى، ويُشْكَرَ فَلا يُكْفَرَ “Allah itu untuk dipatuhi, tidak untuk dilanggar, untuk diingat, tidak dilupakan, untuk disyukuri, tidak diingkari.” Jamaah Jumuah hafidzakumullah Selanjutnya, pada kesempatan khutbah ini, marilah kita merenungkan kembali firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terdapat pada QS Al-Anfal [8] ayat 73 وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ “Dan orang kafir itu sebahagian mereka menolong sebahagian yang lain, maka jika kalian tidak melakukannya saling menolong dalam agama maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa orang-orang kafir meskipun berlainan agama dan aliran, ada yang Musyrik, Nasrani, Yahudi dan sebagainya. Namun mereka semua bisa menjadi kawan setia dalam memusuhi dan menyerang kaum Muslimin. Hal ini bisa dibuktikan ketika terjadi pada Perang Khandaq. Pada waktu turunnya ayat ini, kaum Musyrikin dan Yahudi mengadakan persekutuan dan saling menolong di antara mereka dalam memusuhi kaum Muslimin. Bahkan kerap kali pula mereka mengkhianati perjanjian. Sehingga mereka akhirnya diperangi oleh kaum Muslimin dan diusir dari Khaibar ke luar Kota Madinah. Melalui ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan, bila hal ini – yakni saling menolong dalam perjuangan – tidak diindahkan, maka yang akan terjadi adalah fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi. Persekongkolan kaum Musyrikin dan Yahudi memang telah berlangsung sejak lama. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat-Nya yang lain, yaitu dalam QS Al-Maidah [5] ayat 82 لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ ،…الاية “Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik., ,” Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan informasi kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, “Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman umat Islam, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik”. Mereka memang merasa tidak senang dan selalu memusuhi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan umat Islam. Hadirin yang dirahmati Allah. Kondisi saat ini di negeri Palestina yang masih dalam pendudukan dan pejajahan Zionis Yahudi, menggambarkan bagaimana persekongkolan jahat mereka bersama dengan para sekutu-sekutunya dalam memerangi kaum Muslimin. Sebagai sesama kaum Muslimin, tentu kita tidak boleh membiarkan nasib, darah dan kehormatan kaum Muslimin diinjak-injak dengan semena-mena. Hal ini seperti diingatkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam di dalam sebuah hadits yang menyebutkan مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه رواه ابو داور واحمد “Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat di mana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” HR Abu Dawud dan Ahmad. Bahkan jika melihat kondisi tahanan warga Palestina di penjara-penjara pendudukan, kita diingatkan oleh sebuah hadits فُكُّوا الْعَانِيَ وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَعُودُوا الْمَرِيضَرواه البخارى “Bebaskan orang yang sedang tertawan, berikanlah makan kepada orang yang sedang kelaparan, dan jenguklah orang sedang sakit”. HR Al-Bukhari. Demikian pula kondisi Masjidil Aqsha yang terus-menerus diserang, dinodai, dan dinistakan. Kaum Muslimin juga dihalang-halangi, dibatasi, dan ditekan jika hendak memasukinya. Bahkan tantara Zionis berbuat dzalim dengan mengklaim masjid suci itu sebagai tempat ritual mereka. Sehingga merekapun hendak merobohkannya untuk digantikan dengan kuil sinagog tempat sesembahan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengingatkan kita di dalam firman-Nya وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيہَا ٱسۡمُهُ ۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآٮِٕفِينَ‌ۚ لَهُمۡ فِى ٱلدُّنۡيَا خِزۡىٌ۬ وَلَهُمۡ فِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ Artinya “Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya [masjid Allah], kecuali dengan rasa takut [kepada Allah]. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”. QS Al-Baqarah [2] 114. Jamaah Jumu’ah yang Dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Surat Al-Anfal ayat 73 yang diuraikan di awal khutbah ini menyatakan, ”Jika kalian tidak melakukannya saling menolong dalam agama maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. Tidak saling menolong merupakan awal dari perpecahan yang akan dapat menghilangkan kekuatan umat, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Anfal ayat ke 46 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Maka, untuk membela bangsa Palestina meraih kemerdekaannya, terlebih untuk memebaskan Masjidil Aqsha, tidak ada lain kecuali dengan mengadakan rokonsiliasi internal bangsa Palestina, dan persatuan kesatuan umat Islam seluruhnya. Sebab permasalahan Masjidil Aqsha dan nasib umat tertindas bangsa Palestina, bukanlah sekadar tanggung jawab warga Palestina saja. Namun juga tanggung jawab seluruh warga Muslimin sedunia, secara berjama’ah. Allah menegaskan di dalam ayat-Nya وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ Artinya “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. QS Ali Imran [3] 103. Semoga kaum Muslimin mampu mempersatukan dirinya dalam wadah Al-Jama’ah atau Jama’ah Muslimin yang dipimpin oleh seorang Imaam dalam berjuang membela dan mewujudkan kemerdekaan Palestina serta membebaskan Masjidil Aqsha. Aamiin Ya Robbal alamin. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ Khutbah ke-2 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُونَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسى بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ A/RS2/P2 Miraj News Agency MINA
Skanaacom, JAKARTA -- Doktor di bidang Tafsir dan Ilmu Alqur'an Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Ustaz Fahmi Falim menyampaikan khutbah Jum'at dengan tema Khutbah Jum'at: Palestina 100 Persen Urusan Kita - Skanaa Khutbah Jumat 9 Alasan Kenapa Kita Mencintai dan Membela PalestinaOleh Nur Rohmad Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk bersolidaritas atas penderitaan rakyat Palestina yang kini mengalami penjajahan. Selain alasan kemanusiaan, dalam Islam Palestina memang memiliki keistimewaan tersendiri, terutama bila ditilik dari sisi sejarah. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat 9 Alasan Kenapa Kita Mencintai dan Membela Palestina". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّـدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا الأحزاب ٢٣ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan. Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak. Di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin. Ada sembilan alasan kenapa kita harus mencintai dan membela Palestina. Pertama, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, masjid tertua di dunia setelah Masjid al-Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam alaihis salam empat puluh tahun setelah beliau membangun Masjid al-Haram. Kedua, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina pernah menjadi kiblat shalat selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah shallallahu alaih wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah. Ketiga, Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam alaihis salam hingga Nabi Isa alaihissalam. Keempat, Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali para nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi Isa dan nabi-nabi yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak. Kelima, di sana terdapat Kota Baitul Maqdis, ardhul mahsyar wal mansyar, tempat dikumpulkannya seluruh manusia menjelang hari kiamat yang masih hidup kala itu. Keenam, di sanalah Dajjal akan terbunuh di tangan Nabi Isa alaihis salam. Ketujuh, Palestina adalah bagian dari daratan Syam yang didoakan berkah oleh Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam doanya اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا “Ya Allah, berkahilah negeri Syam dan Yaman.” Kedelapan, banyak sekali para sahabat yang pernah berdakwah, menyebarkan dan mengajarkan Islam di sana. Di antara mereka adalah Ubadah bin ash Shamit, Syaddad bin Aus, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Watsilah bin al Asqa’, Dihyah al Kalbiy, Aus bin ash Shamit, Mas’ud bin Aus dan masih banyak lagi yang lain. Kesembilan, Palestina telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh-tokoh Islam terkemuka yang berkhidmah untuk Islam. Tercatat para ulama yang lahir atau pernah tinggal di Palestina adalah Imam Malik bin Dinar, Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Syihab az-Zuhri, Imam asy-Syafi’I, dan masih banyak lagi yang lain. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Oleh karena itulah, Sultan Mahmud Nuruddin Zanki pernah mengucapkan sebuah perkataan yang fenomenal “Aku malu kepada Allah untuk tersenyum sedangkan Baitul Maqdis masih terjajah.” Sultan Abdul Hamid II bahkan pernah mengatakan “Saya tidak akan menjual sejengkal tanah pun dari bumi Palestina.” Beliau katakan itu dengan tegas dan penuh keberanian pada saat menolak sogokan uang dalam jumlah sangat besar dari orang-orang Zionis Yahudi yang ingin menempati sebagian wilayah Palestina. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Tidak kalah fenomenal adalah Sultan Shalahuddun al-Ayyubi. Didorong oleh kecintaannya yang mendalam kepada bumi Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H, beliau berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Ketika ingin membebaskan Baitul Maqdis, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurut beliau, kesatuan aqidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap juru adzan di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy’ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh. Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi adalah penganut mazhab Syafi’i dalam fiqih dan pengikut mazhab Asy’ari dalam aqidah. Sang sultan memiliki perhatian yang sangat besar dalam penyebaran aqidah Asy’ariyyah. Beliau adalah seorang sultan yang hafal Al-Qur’an, hafal kitab at-Tanbih, sebuah kitab yang menjelaskan tentang fiqih mazhab Syafi’i, dan hafal kitab al-Hamasah, sebuah kitab himpunan bait-bait syair. Sultan Shalahuddin, sebagaimana dijelaskan Imam as-Suyuthi dalam al-Wasa’il fi Musamarah al-Awa’il adalah seorang yang memegang teguh ajaran agama, wara’, pejuang, mujahid dan seorang yang bertakwa. Melihat perhatian khusus Sultan Shalahuddin terhadap penyebaran aqidah Asy’ariyyah, Syekh Muhammad bin Hibatillah al-Barmaki lalu menyusun kitab yang berisi bait-bait nazham dalam ilmu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang ia beri judul Hada’iq al-Fushul wa Jawahir al-Ushul. Kitab itu lalu dihadiahkan oleh pengarangnya kepada Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Shalahuddin lantas memerintahkan kepada semua madrasah untuk mengajarkan kitab tersebut. Sebab itu, kitab itu kemudian terkenal dengan sebutan al-Aqidah ash-Shalahiyyah. Di antara yang tertulis dalam kitab tersebut adalah beberapa bait berikut ini وصانعُ العــالمِ لا يحويهِ قطرٌ تعالى اللهُ عـن تشبيهِ قد كانَ موجودًا ولا مكانَا وحكمهُ الآن على ماكـانَ سُبحانهُ جلّ عن المكـانِ وعـزّ عن تغيُرِ الزمانِ فقد غَـلا وزادَ في الغُـلوِ مــن خصهُ بجهةِ العـلو Sang Pencipta Alam tidak diliputi tempat, Allah Mahasuci dari penyerupaan terhadap makhluk Allah ada sebelum adanya tempat, dan Dia sekarang tetap seperti sedia kala, ada tanpa tempat Mahasuci Allah dari tempat, dan Dia Mahasuci dari peredaran masa Sungguh telah melampaui batas, orang yang mengkhususkan-Nya di arah atas Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Apa yang dapat kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina? Berjihad membantu mereka secara fisik melawan para penjajah, jelas kita tidak mampu. Yang dapat kita lakukan adalah mengulurkan bantuan dana untuk meringankan penderitaan mereka. Minimal, kita bantu mereka dengan doa. Karena doa adalah senjata seorang Mukmin. Hadirin yang dirahmati Allah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Ustadz Nur Rohmad, Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Bidang Peribadatan & Hukum, Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kab. MojokertoArtikel ini juga tayang di NU Online KhutbahJum’at kali ini menyajikan topik Bulan Rajab Momentum Memperbaiki Sholat. Kita tahu bahwa bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di Bulan Rajab banyak sekali peristiwa dan hikmah yang bisa dijadikan pelajaran bagi umat Muslim. Di bulan Rajab, banyak keutamaan-keutamaan dalam menjalankan Ibadah. Oleh PORTAL JEMBER – Sejak menjelang hari raya Idulfitri, Palestina diteror dengan serangan bom oleh Israel. Hingga kini, hal tersebut masih berlangsung dan memakan banyak korban jiwa. Israel juga mengebom wilayah Gaza yang penuh dengan penduduk sipil dan juga Masjid Al Aqsa yang sedang digunakan untuk beribadah pada bulan suci Ramadan. Berikut PORTAL JEMBER sajikan teks khutbah Jumat untuk salat Jumat pada 21 Mei 2021 dengan tema Doa untuk Palestina. Teks Khutbah ini dilansir dari website tentang Doa untuk Palestina. Berikut teks khutbahnya. Baca Juga Islam Melarang Suami Membentak Istri, Ternyata Ini 6 Alasannya Khutbah 1عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ *مسلم Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda” Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” HR Muslim Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman
KhutbahJumat: Larangan Meminta Jabatan. Masih dalam makna yang sama, sahabat Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan: Suatu ketika aku dan dua orang dari kaumku datang menghadap Nabi SAW. Salah seorang di antara mereka berkata, “Ya Rasulullah angkatlah kami sebagai pejabatmu!” Satu orang lagi juga mengatakan perkataan yang sama.
اَلْحَمْدُ ِللهِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ. اَلَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَياَةَ ليَِبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الذى هدانا وانعمنا بالاسلام وامرنا بالجهاد ونور قلوبنا بالكتاب المنير. واشهد ان محمدا عبده ورسوله الذى بلغ الرسالة وادى الامانة ونصح الامة برسالته الخالدة رحمة للعالمين فى ايامنا هذا وفى يومئذ يوم عسير على الكافرين غير يسير. اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم محمد بن عبدالله وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُواْ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ آمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوَاْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami ini orang Nasrani’. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu orang-orang Nasrani terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” QS Al-Maidah [5] 82 Pada kesempatan yang mulia ini, Al-Faqir Khatib mengingatkan diri sendiri juga kepada para jamaah sekalian, agar kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena, ketakwaan adalah sebaik-baik bekal bagi kita dalam mengarungi kehidupan di dunia menuju Akhirat kelak. Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT, Peringatan Hari Bumi adalah seperti membaca sejarah tentang tragedi yang menimpa bangsa Palestina. Bumi yang dimaksud adalah tempat tinggal. Memperingati Hari Bumi bagi bangsa Palestina artinya memperingati tempat tinggal yang hilang. Inilah kondisi yang dirasakan oleh warga Palestina yang hidup di bawah penjajahan Israel puluhan tahun lamanya. Semua bermula dari pendudukan yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap tanah Palestina. Sejak orang-orang Yahudi didatangkan oleh Inggris, sejengkal demi sejengkal tanah warga petani Palestina diambil paksa. Hal itu terjadi pada saat kekuatan Turki Utsmani yang menjadi payung bagi Palestina melemah dan pada akhirnya runtuh. Kemudian, dengan dukungan Inggris, Zionis berani mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara bernama Israel. Selanjutnya, kekejaman Zionis Israel semakin menjadi-jadi, tanah dan hasil bumi rakyat Palestina dirampas, rakyat dibantai dan diusir dari tanah kelahirannya. Aksi kekejaman Israel sulit dihindari. Inggris dan Zionis Israel bahu-membahu memadamkan aksi perlawanan Palestina dengan beragam cara yang kejam. Ribuan nyawa rakyat tak berdosa akhirnya melayang. Itulah penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Penjajahan yang kekejamannya tak pernah terbayangkan dalam sejarah dunia. Mereka telah merebut tanah sebuah peradaban, mengusir sejumlah besar penduduknya, mengosongkan kota-kotanya, menggusur pemakaman, masjid, sekolah dan berbagai sarana lainnya. Zionis Israel berupaya keras untuk menghilangkan identitas asli bangsa Palestina. Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT, Sejak pertama kali penjajahan terjadi di bumi Palestina, rakyat tidak pernah gentar. Mereka mengorbankan segalanya untuk mempertahankan tanah suci warisan umat Islam itu. Rakyat Palestina lebih memilih berhadapan dengan penjajah yang bersenjata lengkap daripada hidup di bawah penjajahan. Harta hingga jiwa mereka korbankan demi mendapatkan kemerdekaan. Sejengkal demi sejengkal tanah Palestina telah dikuasai Zionis Israel. Tercatat sejak tahun 1948 hingga 1972, ada satu juta hektare tanah milik rakyat Palestina yang berhasil mereka rampas. Kondisi buruk ini terus meningkat setiap tahunnya. Israel tak henti-henti memperluas wilayah tanah jajahan mereka. Di antara puncak dari penderitaan rakyat Palestina terjadi pada tahun 1976, yang kemudian mencapai klimaksnya pada hari Sabtu, 30 Maret 1976. Setelah menderita selama 28 tahun di bawah penindasan dan beragam kezaliman, rakyat Palestina bersatu-padu melakukan perlawanan. Mereka menuntut dikembalikannya tanah yang dirampas. Beragam aksi dilakukan, seperti aksi mogok massal dan demonstrasi turun ke jalan. Demonstrasi yang dilakukan tidak berjalan mulus karena Israel menghadang dan melawan aksi tersebut secara brutal. Penghadangan itu menyebabkan lokasi demonstrasi seketika berubah menjadi lautan darah. Timah panas tentara Israel menembus tubuh para demonstran. Sedikitnya ada enam orang Palestina tewas, puluhan orang terluka dan lebih dari 300 orang ditangkap dalam peristiwa naas itu. Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT, Warga Palestina hingga kini masih kehilangan tanahnya. Oleh karena itu, perjuangan mengembalikan hak-hak mereka sebagai pemilik Palestina seutuhnya adalah sebuah kewajiban dalam membela kebenaran. Ada 2/3 warga Palestina dengan status terusir dari tanah kelahirannya. Rakyat Palestina harus mendapatkan kembali tanah mereka yang dirampas oleh Israel. Ini merupakan hal mutlak yang harus dipahami dalam mencari solusi atas konflik di Palestina. Menyerah dan pasrah atas penjajahan Israel tidak akan menghadirkan kedaulatan dan keadilan di Palestina. Ironisnya, saat ini penjajah Israel sudah menguasai 85% tanah Palestina. Artinya, pemilik asli tanah,yaitu warga Palestina, hanya mendapatkan sisanya, yaitu 15% saja. Kondisi menyedihkan ini berlangsung hingga sekarang dan disaksikan jutaan pasang mata masyarakat dunia. Melihat hal ini, di manakah mereka yang selama ini meneriakkan keadilan dan membela HAM? Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT, Seyogianya, Hari Bumi bukan sekadar peringatan akan nestapa yang dialami rakyat Palestina. Namun, menjadi momen bersama untuk menyeru nurani umat manusia agar membantu dan membela bangsa yang masih terjajah dan dirampas tanahnya,agar kembali mendapatkan hak mereka dan hidup merdeka. Memenuhi seruan kemanusiaan ini merupakan sebuah kemestian, bahkan kewajiban antarsesama mukmin, karena sesama mukmin adalah saudara. Allah SWT berfirman, اِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara….” QS Al-Hujurat [49] 10 بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالْحِكْمَةِ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Penulis Ustadz Iskandar Samaullah, Redaktur Muh. Syarief Beri NilaiLoading... Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami SINAI Mesir 2008
BerandaKHUTBAH JUM’AT: PENJELASAN AL-QUR’AN DAN NUBUWWAT TENTANG PALESTINA | Dr. Ridhoul Wahidi, MA Sebenarnya masih banyak penjelasan tentang nubuwat Rasulullah tentang Palestina. Semoga materi khutbah singkat dan sederhana ini menjadi informasi penting bagi kita agar mengetahui bahwa bumi palestina bukan sembarang negeri.
KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ QS al-Isra’ [17] 1 Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan seluruh alam. Yang menghidupkan dan mematikan. Yang Maha Tahu dan Maha Adil. Hanya kepada Allah kita berharap dan hanya kepada-Nya kita bergantung. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan oleh Allah kepada junjungan alam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Taatlah kepada Allah kapan pun dan di mana pun Anda berada. Tinggalkan semua yang dilarang oleh Allah meski itu memberatkan diri Anda. Itu adalah realisasi takwa dalam arti sesungguhnya. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Saat kita duduk bersimpuh di tempat mulia ini, menikmati kelezatan ibadah, saudara-saudara kita di Palestina menderita. Setelah digempur rudal-rudal Israel, ribuan kaum Muslim kehilangan tempat tinggal mereka. Mereka tidur beratapkan langit. Ratusan orang syahid, dan ribuan terluka. Tergetarkah hati kita melihat penderitaan mereka? Atau kita tak peduli dengan nasib mereka dengan mengatakan bahwa Palestina bukan urusan kita kaum Muslimin? Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Ketahuilah, sesungguhnya bangsa Yahudi bukanlah penduduk asli Palestina. Yahudi adalah penjajah, yang baru datang ke bumi Palestina sekitar 100 tahun yang lalu. Mereka bisa masuk ke Palestina atas restu dan perlindungan Inggris, yang saat itu menempati posisi sebagai negara adidaya. Di balik Inggris ada para pengusaha kaya Yahudi yang punya lobi. Ketahuilah, negara Yahudi Raya didirikan untuk melemahkan Dunia Islam dengan menciptakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Hal itu dilakukan dengan sistematis. Tokoh Yahudi Theodore Hertlz pernah membujuk dan menyuap Khalifah Sultan Abdul Hamid II, pemimpin kaum Muslim sedunia saat itu, dengan uang 150 juta poundsterling setara Rp 3 triliun untuk mendapatkan tanah Palestina. Tapi, Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas. Ia berkata, “Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal dari tanah ini Palestina karena ia bukan milikku. Ia adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi bumi ini. Mereka telah membasahi tanahnya dengan darah-darah mereka.” Lalu, pemerintah Inggris dan Yahudi bekerja sama meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah beberapa tahun kemudian. Setelah itu Yahudi berbondong-bondong mendatangi Palestina, merampas tanahnya sambil membunuhi warganya. Akhirnya, pada tahun 14 Mei 1948 berdiri negara Israel. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Ketahuilah, Palestina adalah negeri yang tak bisa dipisahkan dengan ajaran Islam. Syam, yang didalamnya termasuk Palestina, adalah negeri yang diberkahi dan disucikan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ Kami menyelamatkan dia Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam TQS al-Anbiya’ [21] 71. Imam Ibnu Katsir berkata, “Allah memberitahukan tentang Ibrahim yang diselamatkan dari api buatan kaumnya dan membebaskan dia dari mereka dengan berhijrah ke Negeri Syam, tanah yang disucikan.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga memberikan banyak pujian pada negeri Syam. Di antaranya طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا “Keberuntungan bagi penduduk Syam,” Kami bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka penduduk Syam.” HR at-Tirmidzi. Di Palestina terdapat Masjid al-Aqsha. Inilah kiblat pertama kaum Muslim dan tempat singgah perjalanan Isra Mi’raj. Wilayah di sekitarnya juga tempat yang Allah berkahi Lihat QS al-Isra’ [17] 1. Suatu ketika Maimunah, pembantu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata “Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.” Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia. Lalu shalatlah di dalamnya karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat di tempat lain.” HR Ahmad. Karena itu, jelaslah tanah Palestina, Yerusalem dan al-Aqsha adalah bagian dari Islam dan kaum Muslim. Sungguh kebodohan dan kampanye busuk yang menyatakan kalau Palestina ataupun Yerusalem bukanlah bagian dari Islam dan kita tidak punya kepentingan di sana. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Fakta lain menunjukkan Pertama, wilayah Yerusalem menjadi bagian dari negeri-negeri Islam dengan status sebagai tanah kharaj sejak era Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu. pada tahun 637 M. Khalifah Umar menerima penyerahan tanah tersebut dari Uskup Yerusalem, Sophronius. Kedua, kaum Muslim terikat dengan kaum Nasrani Yerusalem untuk melindungi negeri tersebut lewat Perjanjian Umariyyah. Dalam perjanjian tersebut Khilafah berkewajiban memberikan jaminan kepada kaum Nasrani baik terkait harta, jiwa dan ibadah mereka. Khilafah juga diminta untuk tidak mengizinkan orang-orang Yahudi tinggal bersama kaum Nasrani dan kaum Muslim di Yerusalem. Khalifah Umar kemudian menjamin tidak ada satu pun orang Yahudi yang lewat dan bermalam di wilayah tersebut. Maka, haram hukumnya mengakui keberadaan negara Zionis di Palestina. Haram pula mengambil solusi dua negara yang diusulkan PBB dan negara-negara Barat. Semua itu hakikatnya sama dengan mengakui keberadaan negara agresor Zionis di tanah air kaum Muslim. Perhatikanlah, masih bercokolnya kaum penjajah Zionis Israel inilah yang menjadi pangkal persoalan di tanah Palestina dan menyebabkan penderitaan kaum Muslim berkepanjangan. Sehingga, solusinya tidak ada jalan kecuali mengusir penjajah Israel dari Palestina. Bukan berdamai dengan penjajah. Dan Israel hanya bisa diusir dari tanah suci dengan mengerahkan pasukan militer. Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian TQS al-Baqarah [2] 191. [] بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ .
  • 549ejraf75.pages.dev/197
  • 549ejraf75.pages.dev/426
  • 549ejraf75.pages.dev/213
  • 549ejraf75.pages.dev/415
  • 549ejraf75.pages.dev/449
  • 549ejraf75.pages.dev/256
  • 549ejraf75.pages.dev/268
  • 549ejraf75.pages.dev/5
  • khutbah jumat tentang palestina